Rokok Sin

Rokok Sin bentuknya seperti rokok pada umumnya, namun memiliki efek yang sungguh berbeda.  Apabila rokok biasa terbukti berbahaya untuk kesehatan tubuh, rokok Sin justru mampu mengobati berbagai macam penyakit yang bisa jadi ditimbulkan akibat mengkonsumsi rokok biasa.

Rokok Sin diciptakan oleh KH. Abdul Malik asal Malang Jawa yang bergerak di bidang pengobatan alternatif. KH.Abdul Malik adalah Mursyid Tariqah Naqsyabandiyah Al-Husainiyah. Muridnya berjumlah sekitar 750 ribu yang tersebar di seluruh Nusantara, bahkan Negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei. Awalnya, rokok Sin dibuat berkat ilham yang didapat oleh KH. Abdul Malik saat melakukan Shalat Istikharah, yaitu agar membuat rokok yang bisa dimanfaatkan sebagai obat.

Perusahaan Rokok Sin didirikan karena banyak orang yang menderita penyakit yang disebabkan oleh rokok yang banyak beredar pada saat ini, terlebih lagi masyarakat dari golongan ekonomi bawah.  Sedangkan untuk berhenti merokok bukanlah hal yang mudah bagi sebagian besar orang, karena rokok tersebut mengandung zat-zat yang menyebabkan kecanduan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut dibuatlah rokok yang mengandung 100 % herbal, tanpa bahan kimia sedikitpun.  Juga dipilihherbal yang berfungsi sebagai pengobatan, seperti sirih, siwak, madu, kayu iroq, dlsb.  Tembakau yang digunakan asli tembakau pilihan, dan bukan tembakau sintetis, sehingga memiliki cita rasa berkualitas, dan aman untuk kesehatan.

Sebelum ijin perusahaan rokok sin dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, rokok Sin telah melalui uji ilmiah di Laboratorium Kimia Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang, dan salah satu pabrik rokok terkemuka di Jawa Timur yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah untuk pengujian produk rokok. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar “Nikotin rokok Sin” sangat rendah, bahkan dinyatakan mendekati 0%. Pada Rokok Sin, efek negatif yang ditimbulkan oleh nikotin sudah dinetralisir oleh kombinasi bahan-bahan herbal lainnya yang 100% murni herbal, tanpa bahan kimia sedikitpun.

Hasil uji Laboratorium Resmi menunjukkan nilai TAR rokok ini tinggi. “TAR” secara standar internasional adalah pengukuran berat material asap rokok yang mengandung racun dan bahan berbahaya lain. Umumnya apabila nilai TAR tinggi maka nafas terasa berat, sesak dan dada sakit. Akan tetapi nilai “TAR” pada rokok Sin adalah ramuan jamu terapi kesehatan yang membantu mengurangi racun dalam paru-paru dan mengeluarkannya dalam bentuk lendir, sehingga nafas terasa ringan. Pembuktian secara empiris telah banyak yang merasakan efek positifnya.

Karena keterbatasan alat dan dana maka kandungan “TAR” yang ada belum bisa diuraikan secara terperinci sehingga pembuktian lanjut secara ilmiah masih menunggu waktu. Maka Peringatan Pemerintah sebagai aturan resmi wajib dicantumkan.

Rokok  Sin diramu dari bahan-bahan yang mengandung asam dan basa, hasil reaksinya adalah garam, maka apabila dirasakan abu rokok Sin terasa gurih juga bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Pada bulan Mei 2005, Kiai kelahiran Sumenep, Madura ini memulai produksi rokoknya bersama beberapa santrinya. Alhasil, rokok yang sedianya dikonsumsi terbatas untuk para jam’ah tariqahnya, mendapat respon yang positif dari masyarakat karena kemujaraban khasiatnya.  Rokok Sin kemudian dikembangkan secara massal dan professional setelah mendapat ijin dari Pemerintah pada 23 Mei 2006.  Nama Sin diambil dari nama gunung Tursina di Timur Tengah.

Kini, rokok Sin tersebar di hampir seluruh pelosok negeri, baik distributor internal jama’ah maupun distributor di luar jama’ah. Selain karena kemujaraban khasiatnya, hal ini juga disebabkan karena komitmen jama’ah tariqah Kiai Abdul Malik untuk mengembangkan usaha ini demi fakir miskin dan anak yatim.

Sejak awal, Kiai Abdul Malik memang berniat agar sebagian hasil penjualan rokok Sin dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Selain dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, dalam bagian tertentu pihak pengelola perusahaan rokok sin selalu mendistribusikan hasil penjualannya untuk membantu fakir miskin dan anak yatim secara periodik. Setiap bulan selalu ditransfer sejumlah uang ke beberapa rekening yayasan atas perintah KH. Abdul Malik.

 

Comments are closed.